Juli 16, 2010

ROY LUKITO

Bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki banyak harta yang melimpah tentunya menjadi keinginan setiap orang. Tidak mustahil, itu semua tentu saja bisa menjadi kenyataan asalkan dibarengi dengan usaha dan do’a. sebagai contoh kita lihat para pengusaha lokal yang sukses merintis perusahaannya dari 0 (nol), perusahaan yang mereka miliki sekarang ini bukanlah warisan dari dari orangtuanya, tetapi murni hasil dari kerja keras dirinya sendiri. Mungkin sepenggal kisah pengusaha tas asal Bandung yang satu ini bisa menginspirasi Anda untuk menjadi seorang entrepreuneur yang sukses. yuk, langsung saja kita simak penggalan kisahnya.

Rony Lukito, pengusaha tas terbesar di Indonesia ini dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang memperihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Dimasa remajanya Rony yang tinggal di Bandung adalah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri atau pun perguaruan tinggi swasta terfavorit. Melainkan dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah), meskipun sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan study-nya di salah satu perguruan tingggi swasta terfavorit di Bandung. Namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena harus terbentur masalah keuangan. Baca lebih lanjut

Juli 16, 2010

WAYAN SUWIJAYA: Mencetak Uang dari Topeng Barong dan Wayang

Kegandrungan orang kepada karya seni tradisional memberi peluang Wayan untuk terus meraup keuntungan. Tri Vivi SuryaniSalah besar jika ada yang bilang topeng seram dan menakutkan tidak bisa dijadikan lahan bisnis! Buktinya, Wayan Suwija berhasil membalikkan mitos itu dan sukses menggeluti usaha wayang dan topeng barong. Bagaimana kiatnya agar bisnisnya terus eksis?Usaha yang digeluti Wayan Suwija,  merupakan bisnis yang sudah turun-temurun di kalangan keluarganya. Makanya tidak heran, semenjak kecil, sekitar umur 6 tahun, Wayan sudah tidak asing dengan wayang dan berbagai jenis topeng. Bahkan, usai pulang sekolah, tanpa disuruh pun, ia dengan senang hati akan membantu ayah atau karyawan yang sedang bekerja.Membuat wayang, ungkap pria bapak dua anak itu, memerlukan ketelitian dalam pengerjaan. Wayang terbuat dari kulit sapi. Mula-mula, kulit sapi dibersihkan, kemudian dihaluskan. Dilanjutkan dengan disket untuk membuat pola wayang,  yang diteruskan dengan diukir serta diwarnai. Proses terakhir, kulit sapi yang sudah diukir itu dirakit dalam proses finishing.

“Banyak sekali jenis wayang yang kami buat. Ada Panca Pandawa, Wisnu Murti, Lodra Murti, Kayon, Kresna, Rama, Siwa, Acintya dan lainnya. Totalnya ada 125 jenis wayang. Harga wayang yang diperuntukkan anak-anak adalah Rp 15 ribu per buah, sedang wayang ukuran standar Rp 175 – Rp 600 ribu per buah. Ada juga wayang untuk orang yang latihan mendalang, harganya Rp 75 ribu per buah. Bentuknya sederhana saja karena untuk latihan,” ungkap Wayan panjang lebar.Pengerjaan wayang, bisa makan waktu hingga seminggu. Jika modelnya gampang, memang satu orang bisa membuat hingga tujuh buah wayang dalam sehari. Namun jika modelnya rumit, satu wayang bisa dikerjakan dalam tempo seminggu.Dibantu tujuh karyawan, selain wayang, Wayan pun berkreasi membuat berbagai macam topeng, yang kesemuanya berjumlah 19 jenis. Topeng buatan Wayan meliputi Dalem, Sidakarya, Patih, Topeng Tua, Topeng Pedanda, Bondres, Dukuh, Cungih, Bengor dan Wijil. Selain itu, juga ada topeng barong dan rangda yang bentuknya  begitu menyeramkan karena penampilannya yang sangar dengan mata melotot dengan gigi bertaring.Masing-masing karyawan, jelas Wayan, sudah mempunyai spesialisasi tersendiri. Kalau bertugas membuat topeng, maka seterusnya demikian. Begitu pula jika bagian membikin wayang, maka tidak akan mengerjakan yang lain lagi

“Sistem gaji yang diberlakukan adalah model borongan. Ya, paling tidak perhari karyawan akan mendapat Rp 50 ribu. Jam kerja dari jam 8.00 – 16.00 (wita),” Wayan menjelaskan.Suami dari Wayan Astiti ini lebih jauh menceritakan, untungnya bahan baku dapat dengan mudah diperoleh sehingga tidak sampai harus memesan di luar Bali. Bahan untuk membuat topeng, yakni kayu pule, bisa didapat di sekitar tempat tinggalnya. Kelebihan menggunakan kayu pule, jenisnya amat cocok dibuat topeng. Selain mudah dibentuk, juga kuat dan mempunyai taksu tersendiri. Kayu pule sudah lazim dipakai untuk membuat topeng yang disakralkan.Berhubung jenis kayu yang dipakai membuat topeng bukan jenis sembarangan, tidak heran kalau harganya tidak murah. Ini pula yang menyebabkan topeng yang sudah jadi harganya juga tergolong mahal. Tidak hanya itu, tingginya harga topeng juga disebabkan waktu pengerjaannya yang tergolong lama. Satu topeng barong, misalnya, rata-rata menghabiskan waktu pengerjaan selama sebulan.“Topeng barong rata-rata dikasih bandrol harga Rp 2,5 juta. Kualitasnya memang bagus sih. Bahannya kayu pule dan rambutnya asli rambut manusia. Selain itu juga memakai batu permata. Cat yang digunakan jenis cat akrilik,” ujar Wayan yang mengaku untung bersihnya setiap bulan Rp 6 juta.Untuk mendongkrak usahanya, selama ini Wayan membuka art shop di Taman Budaya Art Centre dan sudah mengikuti ajang kesenian yang digelar tahunan di Bali selama 9 kali.

Juli 16, 2010

Basrizal Koto dari Pariaman

Basrizal Koto (lahir di Pariaman, Sumatera Barat pada tahun 1959) adalah pengusaha sukses asal Sumatera Barat, Indonesia. Basrizal atau yang biasa dipanggil Basko sukses berbisnis di banyak bidang, antara lain: media, percetakan, pertambangan, peternakan, perhotelan, dan properti.

Kehidupan

Basko lahir di Kampung Ladang, Pariaman dari pasangan Ali Absyar dan Djaninar. Masa kecilnya sangatlah getir, dimana Basko sempat merasakan hanya makan sehari sekali, di mana untuk makan sehari-hari saja sang ibu harus meminjam beras ke tetangga. Ayahnya hanyalah bekerja sebagai buruh tani yang mengolah gabah. Karena susahnya hidup, ia ditinggal ayahnya yang pergi merantau ke Riau. Ketabahan sang ibu yang dipanggilnya amak dalam menghadapi kehidupan selalu membekas dihatinya.

Meski sempat bersekolah hingga kelas lima SD, Basko akhirnya berkesimpulan bahwa kemiskinan harus dilawan bukan untuk dinikmati. Atas seizin ibunya, diapun memilih pergi merantau ke Riau dibanding melanjutkan sekolah. Sebelum berangkat, ibunya berpesan agar menerapkan 3 K dalam hidup, yaitu pandai-pandai berkomunikasi, manfaatkan peluang dan kesempatan, serta bekerjalah dengan komitmen tinggi. 3 K itulah yang dia terapkan dalam berbisnis. Baca lebih lanjut

Juli 16, 2010

Tommy Winata: Bos Grup Artha Graha

Bos Grup Artha Graha, Tomy Winata alias Oe Suat Hong, kelahiran Pontianak, 1958, salah seorang pengusaha sukses di negeri ini. TW, panggilan akrabnya, dikenal akrab dengan kalangan militer. Dia seorang yang ulet, memulai usahanya dari bawah, sejak remaja. Maklum, dia yatim-piatu, miskin. Tapi, kini dia seorang konglomerat yang sukses membangun imperium bisnis di bawah Grup Artha Graha.

Awalnya, 1972, pada usia 15 tahun, seseorang memperkenalkan TW kepada komandan rayon militer di Kecamatan Singkawang, Kalimantan Barat. Kemudian, buah perkenalan itu, TW dipercaya membangun kantor koramil di Singkawang.
Sejak itulah hubungan bisnisnya dengan militer terus berlangsung, terutama dengan beberapa perwira menengah dan tinggi. Dia sering dipercaya mengerjakan proyek, mulai dari membangun barak, sekolah tentara, menyalurkan barang-barang ke markas tentara di Irian Jaya dan di tempat-tempat lain seperti Ujungpandang dan Ambon.
Keuletan dan kebersahajaan penampilannya yang jauh dari kesan mewah, perlente, tampaknya membuat mitra bisnisnya lebih mempercayainya. Sehingga dalam waktu sepuluh tahun, TW berhasil mengembangkan imperium bisnisnya. Dia mendirikan PT Danayasa Arthatama (1989). Perusahaan ini, bermitra dengan Yayasan Kartika Eka Paksi, milik Angkatan Darat, Baca lebih lanjut

Juli 16, 2010

Andrie Wongso

Andrie Wongso (lahir Desember 1954) adalah motivator asal Indonesia, yang lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman dan kebijaksanaan, dengan gaya bahasa yang sederhana tetapi full power kepada begitu banyak orang, membuat dirinya menyatakan diri sebagai The Best Motivator atau Motivator No. 1 Indonesia. Belum ada media khusus yang memberikan penghargaan ini.

Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.

Di usia 22 tahun, Andrie memutuskan berangkat ke Jakarta demi merubah nasib dengan satu tekad yakni siap menghadapi apapun di depan dengan berani dan jujur. Maka dimulailah kerja sebagai salesman produk sabun sampai pelayan toko. Baca lebih lanjut

Juli 16, 2010

Kisah Bob Sadino

Bob Sadino adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena “kepepet”, selepas SMA tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg.

Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah orang sejak saat itu ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga mobilnya tertubruk dan hancur , kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 per hari. Baca lebih lanjut

Juli 16, 2010

Ical Bakrie: Saya Pernah Lebih Miskin dari Pengemis!

Selama ini banyak orang bertanya kepada saya bagaimana rahasianya menjadi pengusaha yang sukses. Mereka berharap saya bersedia membagi pengalaman dan kiat-kiat berusaha supaya sukses.

Bagi saya,  membagi pengalaman kepada orang lain menyenangkan, apalagi bila pengalaman saya tersebut bermanfaat.

Senin 5 April lalu, saya diundang oleh Universitas Islam As Syafiiyah, Jakarta, untuk membagi pengalaman. Dalam acara bertajuk “Studium Generale Kewirausahaan” itu saya diminta memberikan ceramah mengenai kewirausahaan dan kiat sukses berbisnis.

Kepada para mahasiswa saya katakan untuk sukses berbisnis kita tidak bisa hanya belajar di bangku kuliah saja. Bangku kuliah hanya mengajarkan dasar dan teori. Sisanya kita belajar kepada mereka yang telah berhasil. Orang itu tidak harus S3 untuk menjadi pengusaha. Bisa jadi hanya S1 seperti saya, bahkan ada yang tidak memiliki ijasah.

Apa langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai usaha dan menggapai kesuksesan? Jawabannya adalah mimpi. Kita harus berani bermimpi menjadi orang yang sukses. Sejarah juga membuktikan banyak temuan hebat dan orang sukses dimulai dari sebuah mimpi. Kalau anda bermimpi saja tidak berani, ngapain membuka usaha. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.